Satu Tahun Kepemimpinan, JS-OK Bawa Mitra Kian Hebat Satu Tahun Kepemimpinan, JS-OK Bawa Mitra Kian Hebat - Media Independen

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Satu Tahun Kepemimpinan, JS-OK Bawa Mitra Kian Hebat

25 September 2019 | 16:59 WIB Last Updated 2020-01-27T05:07:08Z

INDIMANADO.COM, RATAHAN - Gaya kepemimpinan yang dimainkan James Sumendap SH sebagai Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) berhasil menjadikan Mitra tampil sebagai daerah yang tidak lagi dipandang sebelah mata. Kabupaten di tenggara Sulawesi Utara (Sulut) ini kini semakin dikenal.

Banyak keberhasilan telah diraih oleh daerah hasil pemekran Kabupaten Minahasa Selatan ini. Mitra kini kian ter-hebat. Rabu (25/9/2019) hari ini, kepemimpinan Bupati James Sumendap, SH dan Wakil Bupati Drs Jocke Legi (JS-OK) genap satu tahun.

Selama satu tahun kepemimpinan JS-OK, banyak prestasi terukir. Dalam menjalankan roda pemerintahan, pelayanan publik kian akurat dengan hadirnya sejumlah terobosan inovatif dengan menerapkan sistem tata kelola pemerintahan berbasis elektronik seperti penerapan e-kinerja, e-planning dan e-budgeting. Bahkan semua pengelolaan keuangan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sampai ke Pemerintahan di desa, diwajibkan transparan. 


Selain itu, infrastruktur sebagai fasilitas utama publik terus dibenahi dan dimaksimalkan untuk membuka akses luas bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas usaha. 


Prestasi nampak, Wakil Bupati Joke Legi saat menerima penghargaan terbaik Pengelola Dana Transfer Tahun 2019 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manado.

Kebijakan Transparansi Keuangan Buahkan Hasil

Kebijakan transparansi keuangan mereka membuakan hasil. Selain mewujudkan keterbukaan informasi keuangan kepada publik, kepada masyarakat, kebijakan ini mendapat penghargaan, seperti penghargaan terbaik Pengelola Dana Transfer Tahun 2019 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manado.


Penghargaan diserahkan langsung Kepala KPPN Manado Wayan Juwena SE MM dan diterima oleh Bupati Mitra James Sumendap melalui Wakil Bupatinya Drs Jocke Legi, di aula Kantor BPPN Manado, Rabu (28/8/19).

"Kita lihat dari sisi DAK Fisiknya. Semua ada batasannya dan dibanding yang lain, penyaluran dan penyampaian dokumen Mitra jauh lebih baik dan tertata. Keteraturan pengelolaan ini yang menjadi kelebihan Mitra, dan alasannya kenapa kami memilih Mitra sebagai Kabupaten yang paling pantas mendapatkan penghargaan terbaik," ungkap Juwena.

Wakil Bupati Drs Jocke Legi merasa bangga dan bersyukur atas hasil yang dicapai ini.

"Walaupun masih tegolong Kabupaten yang baru, namun kami bersyukur karena melalui kepemimpinan Bupati yang tegas terkait pengelolaan anggaran dan kerja keras dari jajaran Pemkab Mitra, bisa membuktikan bahwa kami mampu meraih penghargaan ini,” pungkasnya.



Bupati Minahasa Tenggara, James Sumendap SH saat menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas LKPD T.A 2018 dengan predikat WTP.

Team Work Solid, Mitra Quatrick WTP

Hasil manis ditorehkan kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dalam sistem pengelolaan keuangan dan aset. Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018 pada Mei 2019 lalu, Mitra mampu mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Tren positif ini sekaligus mengukuhkan Bupati Mitra James Sumendap SH menjadi salah satu tokoh utama yang mampu membawa Mitra keluar dari keterpurukan opini disclaimer selama tahun anggaran 2012-2017 pada pemerintahan sebelumnya. Saat ini, Mitra tercatat 4 tahun berturut-turut mendapatkan opini WTP oleh BPK.

"Ini adalah buah dari komitmen dan kerja keras. Kita mampu mempertahankan predikat WTP 4 tahun berturut-turut. Ini menandakan bahwa dari tahun ke tahun sistem pengelolaan keuangan dan aset di Mitra sudah baik," ujar Bupati James Sumendap.

"Saya berterima kasih untuk team work jajaran Pemerintahan Kabupaten Mitra. Semua telah bekerja keras hingga hasil ini bisa memuaskan," tambanya.

Kedepannya kata bupati, Pemkab Mitra akan jauh lebih optimis mengingat penerapan pengelolaan keuangan sudah berbasis digital online. Semuanya dilakukan terkontrol bahkan sangat transparan.

"Tidak ada lagi celah penyalahgunaan keuangan. Tidak saja dalam pengawasan eksternal BPK dan aparat hukum lainnya, tetapi pengawasan internal juga kita perkuat sebagai preventif," pungkasnya.

(Advetorial)

CLOSE ADS
CLOSE ADS
close