![]() |
Prosedur pencegahan Covid-19 yang dilakukan Bawaslu Sulut pada salah-satu kegiatan beberapa waktu lalu. (Ist) |
Meski demikian, pelaksanaan Pilkada kali ini berbeda karena pimpinan Bawaslu hingga jajaran terbawah harus berkerja di tengah pandemi Covid-19.
Terakhir, pada pemeriksaan rapid test terdapat pengawas Bawaslu di Sulawesi Utara (Sulut) yang reaktif sehingga harus melakukan isolasi mandiri.
Meski demikian, menurut Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda, kondisi tersebut tidak menghalangi Bawaslu tetap melaksanakan tugas sesuai tahapan.
“Tugas-tugasnya diambil alih oleh rekan sekerja (untuk Panwascam) atau diambil alih oleh atasan (Bawaslu kabupaten dan kota untuk Panwascam atau Panwascam untuk Panwas kelurahan dan desa). Yang bersangkutan melakukan isolasi sambil menunggu pemeriksaan PCR atau Swab,” jelas Herwyn Malonda melalui pesan WA Senin (29/6/2020).
Sementara, Dosen Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando menyatakan salut terhadap kerja Bawaslu Sulut melakukan repid test bagi jajaran sekaligus menyampaikan hasilnya.
“Terpenting lagi ketika menginformasikan ada hasil yang sifanya reaktif. Cara Bawaslu ini sudah benar karena memberikan informasi ini,” jelas Ferry Liando.
Ferry Liando menambahkan, setelah mengetahui hasil rapid test, maka pihak-pihak yang berinteraksi dengan petugas bersangkutan harus menjaga jarak.
“Jika informasi hasil reaktif ini benar tentu harus diantisipasi. Jangan sampai ada yang berpotensi berkembang jadi positif (Covid-19) dan jangan sampai ada penyebaran dari pengawas terhadap pihak-pihak yang berinteraksi dengan mereka seperti PPK, PPS atau masyarakat,” tukas Liando.
Ferry Liando juga mengingatkan jika petugas Bawaslu hasil test reaktif bekerja di kantor perlu diantipasi jangan sampai menyebar ke staf kantor lainnya.
“Saya yakin Bawaslu sudah punya protap pencegahan. Jika mereka akan diisolasi mandiri maka berpotensi akan mengganggu tahapan. Jumlah pengawas di setiap kecamatan hanya terbatas, sehingga jika satu berhalangan akan mengganggu keseluruhan,” tukas Ferry Liando.
Ke depan, Ferry Liando mengingatkan beberapa tahapan teknis yang penting untuk diawasi pengawas yakni penyusunan daftar pemilih, pencocokan dan penelitian, serta verifikasi faktual di tingkat desa/kelurahan.
“Jika proses ini berjalan maka ada potensi tercatatnya data yang kurang akurat, kurang cocok dan tidak lengkap. Bawaslu harus waspada agar petugas di lapangan aman, terlindungi dan tidak ada yang terjangkit,” pungkas Ferry Liando. (Jer/**)